Selasa, 20 Juli 2010


* Mike *

Kuatkanlah hatimu

Lewati setiap persoalan

Tuhan Yesus selalu menopangmu

Jangan berhenti harap padaNya..


Reff:

Tuhan Pasti Sanggup…

TanganNya takkan terlambat ‘tuk mengangkatmu

Tuhan Masih Sanggup…

Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…


* Maria Shandy *

Kuatkanlah hatimu

Lewati setiap persoalan

Tuhan Yesus selalu menopangmu

Jangan berhenti harap padaNya..


Reff:

Tuhan Pasti Sanggup…

TanganNya takkan terlambat ‘tuk mengangkatmu

Tuhan Masih Sanggup…

Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…


*Mike & Maria Shandy*

Tuhan Pasti Sanggup…

TanganNya takkan terlambat tuk mengangkatmu

Tuhan Masih Sanggup…

Percayalah, Dia Masih Sanggup…

Tuhan Pasti Sanggup…

TanganNya takkan terlambat tuk menganggkatmu

Tuhan Masih Sanggup…

Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…


Bridge :

Percayalah, (percayalahhh…)

Percayalah, ( kita harus percaya ..)

Percayalah, Dia kan mengangkatmu…





Lirik Lagu Maria Shandy Feat Mike Idol – Tuhan Pasti Sanggup dipersembahkan oleh Lirik Lagu Indonesia Terbaru

Rabu, 27 Januari 2010

PANDANGAN POLITIK ARIS TOTELES

http://www.facebook.com/group.php?gid=223893295372http://images.google.com/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_-LJr7v-_Rr8/SXPr3imZtlI/AAAAAAAAAAw/VrZbzcuoQuA/s320/aristoteles.jpg&imgrefurl=http://wartawarga.gunadarma.ac.id/author/nicoghokil/page/4/&usg=__D9cRJhd8uAAmcbs6mTFIeKpvhOQ=&h=300&w=290&sz=26&hl=en&start=20&tbnid=CoNdi-BTAem3sM:&tbnh=116&tbnw=112&prev=/images%3Fq%3Dfoto%2Btoko%2Bpolitik%2Baristoteles%26gbv%3D2%26hl%3Den

Rabu, 25 November 2009

Peran AS dalam Pembangunan dan Runtuhnya Tembok Berlin

Warga Berlin menyaksikan pembangunan tembok yang memisahkan kotanya
Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Warga Berlin menyaksikan pembangunan tembok yang memisahkan kotanya
Dengan dibangunnya Tembok Berlin, Agustus 1961, maka secara 'resmi' negara Jerman terpecah dua. Namun karena secara hukum internasional status Berlin Barat tidak berubah, pemerintah AS saat itu bersikap tenang.


Kemitraan Jerman dengan Amerika Serikat berawal sejak masa kepemimpinan Konrad Adenauer sebagai Kanselir Jerman pertama setelah berakhirnya Perang Dunia II. Terlebih, ketika John F. Kennedy terpilih sebagai presiden baru akhir tahun 1960.

Namun beberapa bulan kemudian, tanggal 13 Agustus 1961, Jerman Timur mulai memasang palang di setiap jalan di Berlin Timur yang menuju ke Berlin Barat. Pembangunan tembok Berlin oleh Jerman Timur dan Uni Soviet dimaksudkan untuk menghentikan arus pengungsi dari Jerman Timur ke Jerman Barat. Dalam tujuh bulan awal tahun 1961 saja, jumlah pengungsi Jerman Timur mencapai lebih dari 150.000 orang. Pada tahun-tahun sebelumnya bahkan jumlahnya hampir mencapai tiga juta orang. Kebanyakan pengungsi adalah pemuda yang memiliki kualifikasi tinggi di berbagai bidang pekerjaan.

Kawat berduri dipasang disepanjang perbatasan, awal pembangunan Tembok BerlinBildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Kawat berduri dipasang disepanjang perbatasan, awal pembangunan Tembok Berlin

Oleh John F. Kennedy keberadaan tembok Berlin tidak dijadikan alasan untuk berperang. Ia bahkan semakin giat menunjukkan kehadiran AS di Jerman Barat. Kennedy mengirimkan Jenderal Lucius Clay, pahlawan jembatan udara Berlin tahun 1948 hingga 1949, serta wakil presiden AS saat itu Lyndon B. Johnson, ke Berlin.

Kennedy sendiri baru mengunjungi Jerman pada tahun 1963. Di depan balai kota Schöneberger tanggal 26 Juni 1963 Kennedy berpidato, antara lain menyinggung tembok Berlin dan kebebasan. Ratusan ribu pengunjung mengikuti pidato Kennedy dengan antusias. Di tempat inilah ia mengucapkan kata-kata bersejarah itu: "Dengan bangga saya mengucapkan kata-kata ini: Saya adalah seorang warga Berlin.”

John F. Kennedy ketika berpidato di Berlin, 1963 Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: John F. Kennedy ketika berpidato di Berlin, 1963

Karisma Kennedy menyatukan warga Berlin dengan Amerika Serikat. Ketika Berlin Timur memulai membangun tembok yang memisahkan kota itu, banyak pihak mengira bahwa Amerrika Serikat akan meningkatkan keterlibatannya di Berlin. Namun pemerintah Kennedy, begitu juga Kanselir Jerman Konrad Adenauer yang masih memerintah waktu itu, bersikap hati-hati. Mereka menyadari, bahwa saat itu dunia berada di ambang perang atom.

Hal ini nampak khususnya Oktober 1961 dimana situasinya semakin meruncing. Saat itu pegawai pemerintah AS yang hendak memasuki kawasan Berlin Timur selalu dihalangi. Di gerbang perbatasan militer AS "Checkpoint Charlie“ secara demonstratif tank AS mondar-mandir di depan tank-tank Soviet. Namun akhirnya kedua pihak menarik mundur tentaranya.

Checkpoint Charlie, pos perbatasan Berlin Barat dan TimurBildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Checkpoint Charlie, pos perbatasan Berlin Barat dan Timur

Tahun-tahun berikutnya kemitraan Jerman-AS mengalami sejumlah kekecewaan dan perbedaan pendapat. Namun Jerman tetap merupakan sekutu penting di Eropa bagi AS.

Pertengahan tahun 80an jabatan sekretaris jenderal Partai Komunis Uni Soviet dipangku oleh Mikhail Gorbachev. Ketika Gorbachev yang kemudian memimpin Uni Soviet mengumumkan akan menempuh haluan politik baru untuk urusan luar negeri, tidak lama kemudian tanggal 12 Juni 1987 presiden AS yang saat itu, Ronald Reagen, mengunjungi Berlin.

Dalam pidatonya, Reagen menuntut Gorbachev untuk membuka gerbang Brandenburg, yang memisahkan antara kota Berlin Timur dengan Barat. "Datanglah ke gerbang ini! Tuan Gorbachev, bukalah gerbang ini! Tuan Gorbachev, runtuhkan tembok ini!”

Ronald Reagan berpidato di depan gerbang BrandenburgBildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Ronald Reagan berpidato di depan gerbang Brandenburg

Kemudian presiden AS berikutnya, George Bush Sr., mengunjungi tembok Berlin akhir Mei 1989, sebelum tembok itu diruntuhkan. Kanselir Jerman saat itu, Helmut Kohl, menekankan rasa terima kasihnya terutama kepada pihak yang ikut mengupayakan tercapainya perdamaian dan kebebasan di Jerman. "Kami memperingati 40 tahun berdirinya Republik Jerman. Dan menurut kami, keseluruhannya merupakan 40 tahun yang baik. Dan tidak pernah dilupakan, bahwa semua itu berhasil kami capai berkat dukungan dan persahabatan kami dengan AS.“

Tanggal 9 November 1989 tembok Berlin akhirnya diruntuhkan. Penyatuan kembali Jerman antara lain juga berkat reformasi politik yang digelindingkan Mikhail Gorbachev di tahun 1985.

Minggu, 22 November 2009

PEMANASAN GLOBAL

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.BY ,.DONALD AUDY REWAH,...NB marilah kita mengadakan penghijauan,.jaga alam kita,...